JAKARTA — Dunia pasar modal dan kebijakan publik mendadak diramaikan oleh sebuah ide tidak biasa. Pengamat finansial sekaligus pendiri Stockwise, Andry Hakim, sarankan MBG untuk IPO atau melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Gagasan ini dilemparkan Andry dalam sebuah festival investasi di Jakarta baru-baru ini. Sontak, usulan tersebut langsung memicu perdebatan hangat di kalangan pengamat ekonomi, pelaku pasar, dan masyarakat luas.
Skema IPO Lewat BUMN Khusus
Dalam usulannya, Andry Hakim tidak bermaksud mengomersialkan bantuan sosial secara serampangan. Skema yang ia bayangkan adalah pemerintah membentuk atau menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus. Badan ini nantinya ditugaskan menaungi seluruh rantai pasok (supply chain) program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rantai pasok tersebut meliputi distribusi bahan pangan, pengelolaan dapur umum, hingga logistik nasional. BUMN pengelola inilah yang nantinya didorong untuk melantai di bursa saham, sehingga masyarakat bisa ikut memilikinya secara legal.
Alasan Andry Hakim Sarankan MBG untuk IPO

Mengapa program sosial pemerintah harus masuk bursa efek? Menurut Andry, keuntungan terbesar dari langkah ini bukanlah sekadar mencari keuntungan material. Fokus utamanya adalah transparansi dan akuntabilitas tata kelola:
- Pengawasan Publik secara Real-time: Perusahaan terbuka (Tbk) memiliki kewajiban hukum untuk membuka laporan keuangannya secara berkala. Kinerjanya pun bisa dipantau oleh siapa saja.
- Mencegah Kebocoran Anggaran: Standar audit perusahaan publik sangat ketat. Risiko korupsi anggaran jumbo dapat ditekan karena gerak-gerik penggunaan dana dipantau langsung oleh regulator bursa.
- Efisiensi Rantai Pasok: Status sebagai perusahaan publik akan memotivasi manajemen untuk mengelola distribusi makanan dengan cara paling efektif.
Sisi Pro dan Kontra di Masyarakat
Ide segar mengenai kepemilikan saham program nasional oleh masyarakat ini langsung menuai reaksi beragam:
- Pihak yang Mendukung: Menilai langkah ini sebagai inovasi finansial yang jenius. Rasa kepemilikan masyarakat terhadap program strategis nasional akan semakin tinggi. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut mengawasi jalannya program.
- Pihak yang Skeptis: Beberapa pengamat mengingatkan bahwa fungsi utama program ini adalah pelayanan publik non-profit. Ada kekhawatiran jika dicampuradukkan dengan target kinerja bursa saham, fokus pelayanan kualitas gizi anak-anak berpotensi terganggu.

